
Inovasi Pembelajaran, FIKES UM Metro Integrasikan Tugas Mata Kuliah dalam Pengabdian Masyarakat "Osteoarthritis Lutut" di KarangrejoInovasi Pembelajaran, FIKES UM Metro Integrasikan Tugas Mata Kuliah dalam Pengabdian Masyarakat "Osteoarthritis Lutut" di Karangrejo
METRO – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menghadirkan terobosan dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dengan mensinergikan proses pendidikan dan pengabdian masyarakat. Tim dari FIKES UM Metro sukses menyelenggarakan rangkaian program sosialisasi dan promosi kesehatan yang mengintegrasikan tugas mata kuliah mahasiswa menjadi sebuah aksi pengabdian nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dalam tiga pertemuan, yakni pada tanggal 16, 17, dan 24 Juni 2026, bertempat di balai Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Selatan.
Program pengabdian dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) ini diinisiasi oleh tim dosen FIKES UM Metro, yaitu Muhammad Faris Nuuruddin, S.Ftr., Ftr., M.K.M. dan W. Azhar Na'im, S.Ftr., M.K.M. Melalui metode ini, mahasiswa program studi Fisioterapi tidak hanya belajar di dalam kelas, melainkan turun langsung mengaplikasikan teori dari mata kuliah mereka untuk menyelesaikan masalah di lapangan. Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok lanjut usia (lansia) dengan fokus edukasi seputar penyakit "Osteoarthritis Lutut".

Dalam pelaksanaannya, tim dosen bertindak sebagai fasilitator yang mendampingi mahasiswa saat memberikan materi secara interaktif. Para mahasiswa memaparkan pengenalan gejala awal Osteoarthritis, faktor risiko, edukasi postur tubuh yang benar, hingga langkah-langkah fisioterapi sederhana serta modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan lansia secara mandiri di rumah untuk mengurangi nyeri sendi lutut.
Antusiasme peserta lansia terlihat sangat tinggi dan konsisten di setiap pertemuannya. Suasana keakraban terbangun dengan baik karena mahasiswa mempraktikkan keterampilan komunikasi terapeutik mereka secara langsung. Banyak dari peserta lansia yang merasa terbantu untuk berkonsultasi, menceritakan keluhan nyeri sendi mereka, dan mempraktikkan langsung gerakan-gerakan terapi ringan yang didampingi oleh para mahasiswa.
Rangkaian acara ini ditutup dengan pembagian bingkisan serta sesi foto bersama yang menampilkan keceriaan para peserta lansia beserta seluruh tim. Melalui inovasi pengintegrasian tugas mata kuliah ke dalam program pengabdian ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman klinis dan sosial yang berharga, sementara lansia di Kelurahan Karangrejo mendapatkan edukasi yang komprehensif. Harapannya, model pembelajaran aplikatif seperti ini dapat terus meningkatkan kemandirian lansia dalam menjaga kesehatan persendian mereka agar tetap aktif dan produktif.