
Cegah Risiko Jatuh pada Lansia, Kenali Manfaat Latihan Fisik Multikomponen
FIKES UM Metro — Bertambahnya usia sering kali diikuti dengan penurunan kekuatan otot, keseimbangan, dan kemampuan bergerak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko jatuh pada lanjut usia (lansia), terutama ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berdiri dari tempat duduk, atau berpindah posisi. Oleh karena itu, menjaga kebugaran dan keseimbangan tubuh menjadi salah satu langkah penting untuk membantu lansia tetap aktif dan mandiri.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan keseimbangan lansia adalah multicomponent exercise, yaitu program latihan fisik yang menggabungkan beberapa jenis latihan dalam satu rangkaian kegiatan.
Apa Itu Multicomponent Exercise?
Multicomponent exercise merupakan program latihan yang mengombinasikan latihan kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan daya tahan jantung serta paru-paru. Keempat komponen tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam membantu mempertahankan kemampuan fisik lansia.
Latihan kekuatan bertujuan membantu meningkatkan kemampuan otot, khususnya otot tungkai yang berperan dalam menopang tubuh saat berdiri dan berjalan. Latihan keseimbangan membantu meningkatkan kemampuan tubuh mempertahankan posisi agar tidak mudah kehilangan keseimbangan.
Sementara itu, latihan fleksibilitas berperan dalam menjaga kelenturan otot dan ruang gerak sendi. Adapun latihan daya tahan membantu meningkatkan kemampuan tubuh melakukan aktivitas fisik tanpa cepat mengalami kelelahan.
Hasil Penelitian Menunjukkan Peningkatan Keseimbangan Lansia
Penelitian yang dilakukan oleh Dewi Puspitasari, Nur Achirda, dan Dwi Agustina di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Jakarta Timur menunjukkan hasil positif dari penerapan latihan fisik multikomponen.
Penelitian tersebut melibatkan 32 lansia berusia 60–74 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 16 lansia mengikuti program multicomponent exercise, sedangkan 16 lansia lainnya mendapatkan edukasi mengenai pencegahan risiko jatuh.
Program latihan diberikan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali dalam seminggu dan durasi 45–60 menit setiap sesi. Untuk mengetahui perubahan keseimbangan, peneliti menggunakan instrumen Berg Balance Scale (BBS), yaitu alat penilaian keseimbangan melalui sejumlah aktivitas fungsional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keseimbangan pada kelompok yang mengikuti latihan meningkat dari 36,25 menjadi 41,13. Sementara itu, kelompok yang hanya mendapatkan edukasi mengalami peningkatan lebih kecil, yaitu dari 34,69 menjadi 35,00.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa latihan fisik multikomponen memberikan peningkatan keseimbangan yang lebih besar dibandingkan pemberian edukasi saja pada kelompok lansia yang diteliti.
Mengapa Keseimbangan Penting bagi Lansia?
Kemampuan menjaga keseimbangan sangat berkaitan dengan kemandirian lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Gangguan keseimbangan dapat meningkatkan kemungkinan terjatuh, yang berpotensi menyebabkan cedera, keterbatasan gerak, hingga berkurangnya rasa percaya diri untuk beraktivitas.
Lansia yang mengalami ketakutan untuk jatuh juga dapat cenderung mengurangi aktivitas fisik. Apabila berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi memperburuk kekuatan otot dan kemampuan bergerak.
Melalui latihan fisik yang terarah, kemampuan tubuh dalam mempertahankan postur, mengoordinasikan gerakan, dan merespons perubahan posisi dapat terus dilatih.
Peran Fisioterapi dalam Menjaga Keseimbangan Lansia
Fisioterapi memiliki peran penting dalam membantu mempertahankan dan meningkatkan kemampuan gerak serta fungsi tubuh lansia. Salah satu bentuk intervensinya adalah penyusunan program latihan yang disesuaikan dengan kondisi fisik, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing individu.
Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kombinasi latihan kekuatan, keseimbangan, fleksibilitas, dan daya tahan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu meningkatkan keseimbangan lansia.
Meskipun demikian, pelaksanaan latihan perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik setiap lansia. Bagi lansia yang memiliki gangguan keseimbangan, riwayat jatuh, atau penyakit tertentu, konsultasi dengan fisioterapis atau tenaga kesehatan diperlukan agar latihan dapat dilakukan secara aman.
Menjaga Lansia Tetap Aktif dan Mandiri
Menjaga kesehatan lansia tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga upaya mempertahankan kemampuan fisik dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas fisik yang sesuai, lingkungan yang aman, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko jatuh.
Penelitian mengenai multicomponent exercise ini memperlihatkan pentingnya latihan fisik terstruktur sebagai salah satu pendekatan dalam pelayanan fisioterapi geriatri. Temuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dan kemampuan bergerak pada usia lanjut.
Sumber Ilmiah:
Puspitasari, Dewi, Nur Achirda, dan Dwi Agustina. (2026). “Pengaruh Multicomponent Exercise terhadap Risiko Jatuh pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Jakarta Timur.” Jurnal Profesional Fisioterapi, Volume 5, Nomor 2.
Jurnal Profesional Fisioterapi
Artikel ini merupakan tulisan edukasi kesehatan yang dikembangkan berdasarkan penelitian ilmiah yang diterbitkan dalam Jurnal Profesional Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Metro.